Skip to main content

Teknologi Front-End dan Back-End

Tools & Library Umum​

Dalam dunia web development, ada banyak alat dan library yang sering dipakai buat bikin kerjaan lebih gampang dan efisien, misalnya:

  • VS Code → text editor favorit sejuta umat developer, ringan tapi powerfull.
  • Browser Dev Tools (Chrome, Firefox, Edge, dll) → ngebantu debug HTML, CSS, dan JavaScript langsung di browser.
  • Bootstrap / Tailwind CSS → framework CSS biar styling cepat, konsisten, dan responsive.
  • Git & GitHub/GitLab → sistem version control buat kolaborasi tim.
  • Package Manager (npm / yarn) → ngatur dependency atau library yang dipakai di project.

Perkenalan Server-Side​

Kalau front-end itu bagian yang user lihat, back-end adalah dapur tersembunyi yang ngurusin logika aplikasi, database, sama server.
Beberapa teknologi server-side yang sering dipakai:

  • Node.js → JavaScript di sisi server, super populer karena bisa satu bahasa untuk front-end & back-end.
  • PHP → bahasa klasik buat web, banyak dipakai di WordPress & sistem lama tapi masih eksis.
  • Python (Django/Flask) → makin naik daun, gampang dibaca dan dipakai.
  • Ruby on Rails, Java (Spring), Go → alternatif lain sesuai kebutuhan project.

Website Statis vs Dinamis​

  • Statis → isinya fixed, nggak banyak berubah kecuali diubah manual. Cocok buat portfolio, landing page, dokumentasi.
    Contoh: Website Portofolio.
  • Dinamis → kontennya bisa berubah sesuai user atau database. Biasanya ada login, interaksi, data realtime.
    Contoh: e-commerce, media sosial, dashboard admin. https://farbook.vercel.app/